Kisah Sukses CEO Bukalapak, Begini Perjuangannya!

43

101Red – Siapa yang suka belanja online? Pastinya tidak asing lagi dengan Bukalapak? Buka lapang termasuk salah satu e-commerce Indonesia yang sedang populer dikalangan masyarakat Indonesia. Startup satu ini tak henti-hentinya memberikan hadiah pada para pelanggannya. Bahkan Bukalapak sering membuat flash deal yang membuat para pelanggannya menjadi kalap untuk  berbelanja.

Tapi, apa kamu tahu siapa dibalik suksesnya Bukalapak? Dia adalah Achmad Zaky. Yups, dia adalah orang Indonesia. Pemuda Indonesia yang sukses mendirikan e-commerce yang hampir digunakan oleh masyarakat Indonesia. Namun, sepanjang perjalanannya mendirikan Bukalapak hingga menjadi situ marketplace terbesar, harus dilalui dengan perjuangan dan kerja keras.

 

Lika-liku Perjalanan Achmad Zaky

Zaky merupakan anak desa yang terkenal dengan gayanya yang santai. Zaky tumbuh dan besar di Sragen dan menempuh pendidikan hingga SMP di desa tersebut. Selanjutnya ia melanjutkan SMA di Solo. Pada mengenal dunia teknologi ketika dirinya duduk di bangku SD. Pada tahun 1997, Achmad Zaky mendapat sebuat komputer dan buku-buku pemrograman computer dari salah seorang pamannya. Tak disangka Achmad Zaky memiliki minat atau passion dengan komputer dan pemrograman computer.

Setelah menamatkan Sekolah Menengah Atas, Zaky melanjutkan kuliah di Institute Teknologi Bandung (ITB). Usaha yang dirintisnya di bangku kuliah adalah jualan Mie Ayam. Usaha tersebut ia lakukan usai jam kuliah. Namun usahanya ini mendapat cibiran dari orang-orang. Bahkan beberapa bulan kemudian Achmad Zaky tidak dapat melanjutkan usahanya. Sebabnya selama berjualan beberapa bulan, ia tidak mendapat keuntungan yang diharapkan sehingga membuatnya bangkrut.

Selama berkuliah, Achmad Zaky tidak hanya terpaku pada usaha mie ayamnya yang tidak berjalan lancar, dirinya juga sering mengikuti kompetisi-kompetisi mengenai teknologi informatika. Bahkan ia sering menjuarai kompetisi-kompetisi teknologi informatika tingkat nasional. Achmad Zaky pernah menjadi juara II kejuaraan Indosat Wireless Innovation Contest tahun 2007. Ia membuat software (perangkat lunak) MobiSurveyor yang digunakan untuk perhitungan cepat survei pemilihan umum. Achmad Zaky juga pernah mendapatkan Merit Award pada kompetisi INAICTA (Indonesia ICT Awards) pada tahun 2008.

Setelah lulus, zaky juga seperti kebanyakan mahasiswa lainnya yang mencari pekerjaan setelah lulus kuliah. Namun, tidak ada satupun yang menerimanya, akhirnya ia memilih untuk membangun usaha sendiri yang masih berhubungan dengan informatika. Zaky mendirikan sebuah perusahaan jasa konsultasi teknologi yang bernama Suitmedia.

Tidak butuh waktu yang lama, Suitmedia yang di bangun tahun 2010 mampu berkembang dengan sangat pesat hanya dalam waktu satu tahun. Melihat pesatnya perkembangan Suitmedia, Ahmad Zaky memutuskan untuk mendirikan sebuah situ e-commerce bernama Bukalapak, dan inilah awal perjuangannya dimuali.

Ide mendirikan Bukalapak pertama kali muncul dipikiran Zaky bersama temannya yakni Nugroho yang memiliki pengalaman marketing website di Suitmedia. Nugroho saat ini juga menjabat sebagai pendiri Bukalapak. Mereka sadar bahwa para seller dan buyer pasti menginginkan sebuah situs belanja online yang dapat mempertemukan mereka dengan mudah, nyaman, dan aman. Dari sini, mereka memutuskan membangun sebuah situs e–commerce. Apalagi, saat itu situs belanja online di Indonesia masih sangat sedikit. Hal inilah yang membuat Zaky kemudian mendirikan Bukalapak di tahun 2010. Ia mendirikan Bukalapak dari kamar kos-kosan yang hanya berukuran 4 x 4 m.

Di awal berdirinya Bukalapak tahun 2010 lalu, situs e–commerce online satu ini hanya dirintis oleh 3 orang saja. 1 orang menjadi staf, 1 orang membantu dan Ahmad Zaky sendiri secara aktif mengajak orang-orang untuk bergabung dengannya agar mau memasarkan produk mereka melalui Bukalapak.com, bahkan disela-sela waktunya dalam mengelola Suitmedia.

Bukan hanya kliennya di Suitmedia, Zaky juga tak malu menggunakan akun facebook pribadinya untuk mengajak orang-orang bergabung dengannya dan menjual produk dagangannya melalui Bukalapak. Setiap hari dia melakukan massage via inbox Facebook kepada 500 akun selama dua tahun.

Tidak semudah dibayangkan untuk mengajak orang berjualan di Bukalapak, ditambah lagi saat itu internet belum seperti saat ini. Padahal untuk jualan di Bukalapak tidak dipungut biaya alias gratis. Achmad Zaky mengaku banyak penolakan yang ia terima. Rata-rata alasan yang mendasari penolakan masyarakat adalah kepercayaan terhadap online marketplace yang masih rendah. Kebanyakan para pedagang tidak mau ribet berjualan lewat internet karena merasa jualan via offline sudah cukup.

Achmad zaky terus berusaha meyakinkan para pengusaha terutama pelaku UKM untuk mau berjualan di Internet. Ia memberikan edukasi kepada seller melalui kisah-kisah sukses seller dan menyebarkannya ke Twitter dan akun media sosial lainnya. Tujuannya adalah untuk mengedukasi seller lain agar menjadi seller terpercaya

Berkat usahanya tersebut, Bukalapak mulai mendapat pengunjung. Setelah beberapa lama, akhirnya kian banyak penjual offline yang mencoba berjualan di Bukalapak. Kebanyakan dari mereka adalah para pedagang yang penghasilan dari usaha offline-nya tidak terlalu besar dan berharap dapat menambah penghasilan dengan berjualan di Bukalapak.

Achmad Zaky bersama tim juga dengan gencar mendekati komunitas untuk menggunakan Bukalapak. Semakin lama jumlah pedagang yang berjualan semakin banyak, diikuti dengan semakin banyaknya pengunjung website. Para pedagang yang awalnya ragu berjualan di Bukalapak mulai merasakan penghasilan mereka meningkat.

Setahun setelah berdirinya Bukalapak, terdapat kurang lebih 150.000 pengguna aktif. Dalam kurun waktu tiga tahun, Bukalapak mengalami kemajuan yang sangat pesat dengan memiliki 150 penjual dengan produk jualan beragam, mulai dari elektronik, makanan hingga fashion.

Salah satu filosifi yang selalu mendasari Achmad Zaky dalam merintis Buka Lapak adalah filosifi “Kita Bisa”. Menurutnya, meskipun secara perhitungan tidak akan bisa, namun yakinkan dan tanamkan dalam diri bahwa hal yang kamu kira tak akan bisa dilakukan, pasti akan bisa kita lakukan kalau ada semangat dan kerja keras serta pantang menyerah.

Nah itulah kisah inspiratif dari Achmad Zaky yang bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak menyerah pada proses. Karena sesungguhnya setiap proses tidak akan mengkhianati hasilnya.

daftar belajar jualan online di 101red
daftar belajar jualan online di 101red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here