Ini Alasan Mengapa Kita Sering Sulit Untuk Terus Termotivasi

29

 

101Red – Pada waktu-waktu tertentu, kita mungkin pernah begitu termotivasi dan sangat bersemangat untuk mengejar impian atau target yang kita inginkan. Namun, ada juga masa-masa dimana kita tiba-tiba merasa tidak bersemangat untuk mengejarnya, padahal segala rencana dan jadwal tindakan sudah kita susun dengan rapi sebelumnya. Sebenarnya ini adalah hal yang wajar, karena kta memang tidak bisa merasakan hal yang sama terus-menerus untuk waktu yang lama. Nah, berikut ini kita ulas, mengapa motivasi kita terkadang bisa turus mendadak? Berikut ini beberapa alasannya.

Meragukan Kemampuan Diri Sendiri

Hal pertama yang paling sering bikin kita kehilangan motivasi adalah keraguan sama diri sendiri. Entah karena unggahan pencapaian teman yang bikin insecure atau deretan kalimat meremehkan dari orang lain, rasa ragu ini mampu menggagalkan semua mimpi yang selama ini diperjuangkan.

Untuk melawan rasa ragu ini, penting buat kita punya growth mindset daripada fixed mindset. Bedanya adalah kalau fixed, kita percaya semua kemampuan kita ya hanya sebatas yang sekarang dimiliki aja, tidak bisa dikembangkan lagi. Kalau growth, kita percaya kalau semua kemampuan bisa berkembang dengan usaha. Selama kita punya growth mindset, kita boleh merasa kurang daripada orang lain, namun kita percaya kalau kita juga bisa dengan berusaha terus. Kita tidak percaya kalau apa yang diperjuangkan itu worth it.

Kalau tadi alasan di balik tidak termotivasi adalah keraguan terhadap diri sendiri, kali ini ada alasan lain yaitu tidak percaya kalau yang diperjuangkan itu worth it. Bener tidak ya kalau masuk ke perguruan impian, hidup bakal jadi bahagia? Banyak tuh orang yang tidak lulus dari sana tapi jauh lebih sukses. Benar tidak ya kalau ikut ajang ini aku bisa jadi sukses? Banyak tuh yang menang tapi akhirnya tidak jadi apa-apa.

Nah, cara keluar dari ketidakpercayaan ini adalah melihat dari sisi yang lebih luas. Kalau tadinya menilai dampak dari pencapaian kamu hanya dari sisi dirimu, coba lihat juga dampaknya buat orang lain. Misalnya kalau kamu menang lomba ini, keluarga kamu bakal bangga, bisa ada peluang dapat beasiswa, atau bisa pamer ke teman yang dulu meremehkan (lah lho).

Tidak Percaya Bahwa Kita Sedang Berproses dan Bertumbuh

Memang, mencapai target itu penting. Kita bakal senang banget kalau mencapai target, jelas. Tapi, dalam proses mengejar target tersebut, kita perlu bahan bakar buat terus berjalan. Salah satunya yang paling ampuh adalah melihat kalau ada progress yang kita sudah dilakukan.

Dalam proses mencapai 100 langkah, kita tidak mungkin langsung lompat dari langkah pertama ke-100. Kaki kita tidak sepanjang itu. Tapi, ketika sudah di langkah kedua, kita bisa berpikir, wah sisa 98 langkah lagi! Pas di langkah ke-50 mulai ngos-ngosan, kita bisa menyemangati diri, sudah setengah jalan masa mau berhenti? Dan seterusnya sampai tersisa satu langkah dari target.

Apabila kita tidak tahu kita sudah sampai di mana, pastinya tidak bisa menyemangati diri untuk terus berjalan. Nah, kalau kamu sedang berjuang buat mendapatkan sesuatu, ada baiknya menuliskan proses dari hari ke hari untuk menjaga motivasi tetap konsisten.

Buatlah target utama dengan detail. Misalnya mau masuk PTN dan persiapan selama satu setengah tahun. Tulis dan letakkan di tempat yang terlihat. Buat juga checkpoint kalau sudah mencapai jumlah hari tertentu, misalnya setiap satu bulan. Makin banyak checkpoint terlewati, makin terlihat kalau kita sedang berproses dan harus terus berjuang!

daftar belajar jualan online di 101red
daftar belajar jualan online di 101red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here