Di Tempat Kerja Stres Masih Mengintai

166

101Red – Setiap perusahaan pasti menuntut pekerjanya untuk bekerja dengan baik guna kepentingan perusahaan. Tututan perusahaan yang tinggi terhadap pekerjanya akan menyebabkan stress kerja karena pekerja menganggap tuntutan perusahaan itu sebagai tekanan. Stress kerja itu merupakan suatu stress yang dialami oleh karyawan dalam melakukan pekerjaan. Di samping itu, stress juga merupakan gerakan penyesuaian diri yang dipengaruhi oleh perbedaan setiap individu dan proses psikologisnya, sebagai akibat dari tindakan, keadaan ataupun peristiwa lingkungan yang terlalu banyak menghasilkan tuntutan psikologis dan fisik seseorang.

Disamping lingkungan kerja, beban kerja juga dapat menjadi faktor yang juga mempengaruhi terjadinya stres kerja. Pekerjaan manusia terdiri dari dua ciri yaitu mental dan fisik, masing-masing ciri mempunyai tingkat pembebanan yang berbeda-beda. Intensitas pemuatan yang terlalu rendah dapat menyebabkan kebosanan dalam pekerjaan fisik dan kelelahan atau “tekanan” pada pekerjaan mental, sebaliknya, tingkat pemuatan yang terlalu tinggi, konsumsi energi yang tinggi memungkinkan kelebihan beban untuk beban kerja fisik dan “tekanan berlebihan” untuk pekerjaan mental. Maka dari itu diperlukan cara agar intensitas pembebanan yang optimal antara dua batas ekstrim tadi dan pastinya berbeda dengan masing-masing individu.

Dalam sebuah penelitian variabel lingkungan kerja pada Divisi Maintenance dan Perbaikan PT. X Surabaya terdiri dari iklim kerja, kebisingan dan pencahayaan di tempat kerja. Ketiga variabel dibagi menjadi dua kategori berdasarkan kondisi yang dirasakan oleh pekerja, baik pekerja yang merasa terganggu maupun tidak merasa terganggu. Beban kerja dalam penelitian tersebut terbagi menjadi dua yaitu beban kerja fisik dan beban kerja mental. Setiap variabel dikelompokkan lagi menjadi tiga kategori: rendah, sedang dan tinggi. Stres kerja dibagi menjadi tiga kriteria yaitu rendah, sedang, dan tinggi.

Hasil dari penelitian tersebut adalah kebisingan tidak berhubungan dengan stres kerja,  pencahayaan tidak ada berhubungan dengan stres kerja, iklim kerja tidak berhubungan dengan stres kerja, beban kerja fisik berhubungan dengan stres kerja, beban kerja mental tidak memiliki hubungan dengan stres kerja.

Baca Juga : Penat Bekerja? Ayo, Hilangkan dengan 6 Tips

Lingkungan kerja fisik adalah lingkungan yang segala sesuatu ada di sekitar tempat seseorang bekerja, secara langsung maupun secara tidak langsung dapat mempengaruhi dalam melakukan pekerjaannya, sedangkan lingkungan kerja non fisik adalah lingkungan yang segala sesuatu terjadi dalam perusahaan yang berhubungan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan maupun hubungan dengan bawahan, serta hubungan dengan rekan kerja. Perusahaan tentunya dituntut agar dapat menciptakan lingkungan kerja yang baik. Karena, dalam menjalankan pekerjaannya karyawan akan berhubungan langsung dengan lingkungan kerja yang ada di setiap bagian perusahaan. Sehingga lingkungan kerja akan sangat berpengaruh terhadap stres yang akan diterima oleh karyawan atau bisa juga diartikan bahwa lingkungan kerja adalah salah satu cara yang dapat dilakukan agar dapat mengontrol atau meminimalkan stres yang akan diterima karyawan.

Perasaan disfungsional atau kesadaran karyawan adalah akibat dari kondisi yang dirasakan karyawan di tempat kerja dan reaksi psikologis dan fisiologis karyawan tersebut terhadap kondisi yang tidak nyaman atau yang tidak diinginkan dan tidak dipengaruhi oleh kualitas lingkungan internal organisasi yang sedang berlangsung, yang dialami oleh anggota organisasi, serta pengaruh perilaku mereka dan dapat dijelaskan dalam kerangka karakteristik atau sifat organisasi seperti struktur, tanggung jawab, standar, penghargaan, dukungan, dan komitmen.

Kebisingan adalah pemicu stres yang dapat menyebabkan perubahan fisik, psikologis, dan perilaku manusia. Lingkungan yang bising merupakan gangguan yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kenyamanan, yang bersumber dari kegiatan operasional peralatan mesin.

Setiap pekerjaan pastinya akan membebani tenaga kerja atau manusia baik secara fisik maupun beban mental.Dilihat dari sudut pandang ergonomis, setiap beban kerja yang diterima seseorang harus sesuai atau seimbang dengan baik terhadap kemampuan fisik, kemampuan kognitif dan terhadap keterbatasan manusia yang menerima beban tersebut. Beban kerja fisik adalah beban kerja yang diterima dari pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik seperti mengangkat, mendorong, mengangkut, sedangkan untuk beban kerja mental adalah perbedaan antara tuntutan dengan beban kerja suatu tugas dengan kapasitas maksimal seseorang dalam kondisi termotivasi.

Jika beban kerja mental yang melebihi kemampuan tubuh maka akan dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman (fase awal), kelelahan (overstress), cedera, kecelakaan, nyeri, sakit, dan penurunan produktivitas (fase akhir). Bahkan sebaliknya jika beban kerja lebih kecil dari kemampuan tubuh maka dapat menyebabkan rasa ngompol, jenuh, jenuh, lesu, kurang produktif dan sakit.

 

Yuk, bergabung untuk memulai bisnis online bersama kami 101Red

daftar belajar jualan online di 101red
daftar belajar jualan online di 101red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here