Amir Hamzah, Tokoh Inspirasi untuk Berkarya, dari Passion hingga Menjadi Pahlawan Nasional

39

101Red – Siapa yag tidak mengenal Tengku Amir Hamzah? Tengku Amir Hamzah  adalah sastrawan terkenal di Indonesia Sastrawan Pujangga Baru. Tengkoe Amir Hamzah Pangeran Indra Poetera atau dikenal dengan nama pena  Tengku Amir Hamzah, lahir di Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Timur, Hindia Belanda, pad atanggal  28 Februari tahun 1911.

Beliau lahir dari keluarga Istana kesultanan langkat. Ayahnya bernama Tengku Muhammad Adil beliau  adalah seorang pangeran dilangkat Hulu, dan ibunya bernama Tengku Mahjiwa. Amir Hamzah memiliki saudara kandung sebanyak 11 orang. Keluarga besar Amir Hamzah memliki kebiasaan agama Islam yang kuat. Amir Hamzah juga gemar akan sejarah dan sastra Melayu klasik.

Pada masa remaja Amir Hamzah gemar menulis karya sastra, meskipun karya- karya tersebut tidak bertanggal. Awal mula beliau menulis adalah pada saat melakukan perjaalanan menuju pulau jawa.

Pada tahun 1916 saat itu  usia Amir Hamzah menginjak 5 tahun beliau mulai mengenyam pendidikan  dan bersekolah   di Langkatsche School di Tanjung Pura . setelah tamat dari Langkatsche School, Amir Hamzah melanjutkan pendidikannya di kota Medan yaitu MULO. Setelah setahun bersekolah , Amir Hamzah pindah ke Jakarta  (Batavia) untuk melanjutkan sekolah di Christelijk MULO Menjangan dan menamatkan pendidikannya  pada tahun  1927. Kemudian Amir Hamzah melanjutkan studinya di AMS (Aglemenee Middelbare School), sekolah lanjutan tingkat atas di Jawa Tengah di Kota  Solo.

BACA JUGA: Bisnis Sukses  Di Masa Pandemi

3 Maret 1946 meletusnya revolusi sosial, Tengku Amir Hamzah menjadi salah satu korban penangkapan yang dilakukan oleh pasukan Pesindo. Pada tanggal 7 Maret Tahun 1946 Terjadi penangkapan 21 tokoh yang dianggap tokoh peodal  termasuk di antaranya adalah Amir Hamzah.  Pada tanggal 20 Maret tahun 1946, orang-orang yang ditangkap tersebut , lalu dihukum mati.

Hingga akhir hayatnya  Amir Hamzah telah mewariskan karya 160 tulisan diantaranya  77 sajak terjemahan 50 sajak asli, 18 prosa liris, 1 prosa liris terjemahan, 13 prosa, dan 1 prosa terjemahan. Puisi Setanggi Timur dan Bhagawat Gita merupakan karya puisi terjemahan Tengku Amir Hamzah Dari jumlah itu, ada juga beberapa karya sastra beliau  yang tidak sempat dipublikasikan.

Puisi-puisi dan syair  Amir  Hamzah sarat dengan tema agama dan cinta, puisinya sering mencerminkan konflik batin yang mendalam. Diksi pilihannya yang menggunakan kata-kata bahasa Jawa  dan bahasa Melayu dan memperluas struktur tata bahasa  tradisional, dipengaruhi oleh kebutuhan untuk ritme dan metrum, serta simbolisme yang berhubungan dengan istilah-istilah tertentu.

Dengan karya nya yang ditulis dalam bahasa indonesia , Tengku amir Hamzah telah memberikan andil besar dalam perkembangan dan pembinaan bahasa Melayu menjadi Bahasa Nasional Indonesia. Hal ini dikarenakan bahasa Melayu merupakan cikal bakal bahasa nasional Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan simbol kemelayuan keislaman dan kepahlawanan. Hal ini tercermin dalam karya sastra Amir Hamzah yang merupakan refleksi dari religisitas, cintanya pada tanah air serta kegelisahannya sebagai pemuda melayu pada massa saat itu.

Awal karya Amir Hamzah selalu  berhubungan dengan rasa cinta  dan rindu, sedangkan karya-karyanya selanjutnya mempunyai makna yang lebih religius. Karya Puisi yang berjudul Nyanyi Sunyi adalah karya sastra yang dianggap paling maju.

Untuk puisi-puisinya, Raja Penyair Zaman Poejangga Baroe adalah sebutan Amir Hamzah yang paling populer dan satu-satunya penyair Indonesia berkelas internasional dari era pra-Revolusi Nasional Indonesia. Perannya di dunia Sastra membuat Tengku Amir Hamzah di dapuk menjadi Pahawan Nasional.

daftar belajar jualan online di 101red
daftar belajar jualan online di 101red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here