YouTube Shorts, Saingan TikTok Besutan Google

141

Instagram dan Facebook belum berhasil meraih kesuksesan yang sama seperti TikTok walaupun telah sempat menciptakan fitur-fitur yang sejenisnya. Sekarang, Google mengambil giliran dengan akan menguji coba peruntungan agar dapat berhasil memimpin media sosial berbasis video singkat yang sekarang ini TikTok masih berada pada posisi teratas merajai sosial media. YouTube Short, aplikasi baru yang sekarang ini sudah dipersiapkan Google diharapkan menjadi rival terkuat TikTok.

Dilansir dari Cnet, dengan menjabarkan informasi dari sumber anonim kepada The Information menyatakan kebenaran dari informasi bahwa YouTube Shorts sedang disiapkan menyerupai TikTok. Apabila persiapannya tidak ada kendala, rencananya aplikasi ini akan meluncur ke masyarakat awal 2021. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat membuat dengan kreatif serta menupload video singkat mereka dengan kemudahan yang lebih dibandingkan tiktok. tidak harus bikin video yang berkualitas tinggi seperti video YouTube pada umumnya.

Database suara yang melimpah yang dimiliki TikTok menjadi kekuatannya dan bisa dengan mudah digunakan ulang atau di-repost orang lain. Terkait hal ini, Google merencakanan juga untuk membuat seperti itu, mengandalkan database musik yang sudah ada di YouTube saat ini. Semua video YouTube yang bisa dipakai untuk Shorts akan ditandai nanti, mungkin dengan semacam menu atau penanda bahwa video itu “tersedia untuk digunakan sebagai soundtrack untuk video buatan user”.

Namun, kabar ini sendiri belum mendapat validasi dari YouTube secara langsung. Waktu dikonfirmasi Cnet, YouTube bilang nggak mau komentar soal spekulasi yang masih berkembang. “Kami tidak berkomentar soal rumor dan spekulasi,” jelas YouTube melalui email kepada Cnet. Kalaupun jadi, ini juga akan menjadi keuntungan buat YouTube karena mereka sudah punya database musik yang kuat. Dan musiknya juga berlisensi. Pemilik hak ciptanya bisa sekalian promosi jika materi lagunya atau instrumennya dipakai dalam aplikasi video singkat ini.

Sampai saat ini, TikTok masih menjadi aplikasi video singkat yang paling digandrungi di dunia maya. Tercatat selama 2019, aplikasi ini telah didownload lebih dari 700 juta kali. Apkikasi asal Tiongkok tersebut bikin banyak aplikasi lain penasaran dengan formula yang bikin mereka sukses, dan akhirnya berupaya untuk bisa mengembangkan sendiri versi aplikasi mereka.

Facebook pernah punya Facebook Lasso. Instagram sebelumnya sudah mencoba dengan nama Instagram Reels. Namun, keduanya belum bisa menyamai TikTok dan bahkan flop di tengah jalan. Karena TikTok dianggap berpotensi sebagai ancaman keamanan siber nasional Amerika Serikat, maka Perusahaan di Amerika Serikat merasa perlu untuk mengembangkan apps serupa. Politisi Amerika Serikat bahkan melakukan investigasi terhadap aplikasi tersebut. Apalagi aplikasi ini buatan Tiongkok, “seteru” Amerika Serikat dalam perang dagang.

US Army dan pejabat pemerintah nggak boleh pakai TikTok di gadget mereka. Takut ada yang “nyadap”. TikTok sendiri sekarang sudah mengembangkan menu Khusus pengguna mereka di AS berupa “American content advisory panel” yang memastikan keamanan data user.

daftar belajar jualan online di 101red
daftar belajar jualan online di 101red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here