Kenali Perilaku Belanja Online Pada Generasi X, Y dan Z

29

101Red – Generasi yang berbeda tentu memiliki perspektif yang berbeda-beda pula, baik dari segi budaya bahkan politik. Hal ini tentu mempengaruhi perilaku berbelanja online yang berbeda-beda pada tiap generasi. Bahkan preferensi belanja dan efektivitas marketing masing-masing pun beragam. Maka kamu perlu mengetahui perilaku belanja online generasi X, Y dan Z jika kamu ingin menyasar target pasar tertentu.

Generasi X (1965 – 1980)

Generasi satu ini berada di tengah-tengah Millennials dan Baby Boomers sehingga sering dilupakan. Namun ternyata generasi ini merupakan salah satu generasi shoppers yang sangat kritis dan berwawasan. Perilaku belanja Generasi X memiliki aspek yang paling menonjol, salah satunya adalah riset yang dilakukan sebelum menggunakan suatu jasa atau membeli produk.

Mereka bakal melakukan segala cara untuk mencari tahu lebih banyak tentang produk tersebut setelah memutuskan produk yang bakal dibeli. Untuk mendapatkan informasi, mereka biasanya memanfaatkan review di search engine seperti Google, media sosial, dan website. Karenanya, ketika mendapati review negatif dari produk yang ingin mereka beli, bakal sangat mudah bagi Generasi X untuk kehilangan minatnya untuk berbelanja.

Generasi X bahkan lebih suka berbelanja online dibandingkan dari Millennials. KPMG International menyampaikan penemuannya bahwa daripada generasi lainnya, generasi X berbelanja online lebih banyak. Bedanya hingga 20% lebih banyak daripada Millennials. Kamu perlu strategi yang terus terang untuk mendekati generasi ini.

Dalam arti, kamu memberikan penawaran, pricing dan produk, yang terbuka dan jelas. Disamping itu, jangan lupa juga untuk memberikan informasi tambahan pada produk yang ditawarkan, seperti kualitas dan penggunaan atau tutorial perawatan produk.

Generasi Y atau Millennials (1981 – 1997)

Human touch adalah kunci bagi Millennials. untuk generasi satu ini, tidak efektif menggunakan iklan yang menggemborkan produk. Mereka justru lebih percaya pada word-of-mouth marketing dari rekan-rekan mereka. Tidak hanya itu, Millennials juga cenderung menyukai kebebasan memilih produk yang lebih luas sehingga mereka lebih suka berbelanja di toko offline daripada online. Akan tetapi, bagaimanapun, berbelanja adalah sebuah hiburan bagi generasi ini, sehingga mereka juga suka browsing produk dan mencari brand-brand baru yang oke secara online.

Baca Juga: Kiat – Kiat Memasarkan Produk Makanan dan Minuman Secara Online

Saat berbelanja, millennials banyak meminta saran dari teman dan keluarga namun tetap mencari review dari konsumen lain, sehingga user-generated content dan media sosial sangat berperan besar ketika mereka melakukan belanja online. keputusan membeli Millennials juga dipengaruhi Influencers. Strategi marketing yang lebih authentic saat berhadapan dengan Millennials perlu Kamu maksimalkan; seperti influencer marketing dan user-generated content.

Generasi Z (1998 – 2010)

Generasi Z mirip dengan Millennials yaitu suka berbelanja di toko offline sebagai kegiatan sosial. Akan tetapi, untuk mencari produk yang ingin dibeli, generasi ini juga merupakan salah satu generasi yang paling bergantung pada gawai mereka. Generasi Z seringkali membelinya di toko offline bersama teman-temannya setelah mencari produk secara online. Hal ini dilakukan karena kalau membeli online mereka harus menunggu belanjaannya tiba di rumah. Di sisi lain, Generasi Z yang tech-savvy ini juga merupakan salah satu generasi yang paling aktif berinteraksi dengan brand favorit mereka secara online.

 

Kamu perlu beradaptasi dengan teknologi, bagaimanapun perilaku berbelanja setiap generasi, dan untuk pengalaman berbelanja yang lebih baik perlu memaksimalkan platform e-commerce. Kamu juga bisa memulai berbisnis di 101Red. Tanpa ribet dan langsung mulai berbisnis!

daftar belajar jualan online di 101red
daftar belajar jualan online di 101red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here