Jenis-Jenis Konten Carousel

46

101Red – Konten Carousel merupakan format konten media sosial yang menampilkan beberapa gambar atau video dalam satu postingan.

Konten carousel dibedakan menjadi dua jenis, yaitu carousel post (postingan) dan carousel ads (iklan).

Apa perbedaannya dan bagaimana cara menggunakannya di berbagai platform? Yuk, simak satu per satu!

Nah, apa saih perbedaan carousel post dengan carousel ads? Yuk, simak informasinya berikut.

Carousel Post

Carousel post adalah konten carousel yang dipasang sebagai postingan media sosial. Saat ini, postingan carousel telah tersedia di Instagram dan LinkedIn, seperti penjelasan berikut:

  1. Instagram

Sebagai platform yang fokus pada media visual yang menarik, tidak heran jika Instagram termasuk platform yang pertama kali menyediakan format carousel pada postingannya.

Seperti postingan biasa, carousel post di Instagram bisa diisi dua hingga sepuluh gambar, video, atau kombinasi keduanya. Orientasi slidenya juga bisa berupa kotak, horizontal, dan vertikal.

Orientasi slide pertama akan mempengaruhi slide berikutnya. Jadi, tentukan dulu bentuk slide yang Anda inginkan sebelum mem-posting carousel post Instagram.

Selain itu, perhatikan juga spesifikasi gambar dan video yang ingin Anda posting. Jenis file gambar yang bisa Anda pasang di carousel post Instagram adalah JPG dan PNG tanpa batas ukuran file.

Untuk jenis file video, Anda bisa menggunakan MP4 dan MOV dengan batas ukuran 4GB dan durasi 60 detik.

  1. LinkedIn

Carousel post juga tersedia di LinkedIn, lho. Bedanya, di platform ini carousel-nya berisi dokumen PPT, DOC, atau PDF. Ini memudahkan Anda untuk membagikan insight bisnis, pengembangan diri, dan informasi lainnya terkait karir.

Menariknya, LinkedIn memperbolehkan Anda untuk memasang hingga 100 slide di carousel post-nya. Jadi, informasi yang Anda berikan melalui carousel tersebut bisa sangat lengkap.

Nah, yang harus diperhatikan ketika membuat carousel post di LinkedIn adalah orientasi slide dan ukuran maksimal filenya. Pastikan konten Anda proporsional pada slide yang berbentuk kotak atau vertikal dan ukurannya tidak melebihi 300MB.

Carousel Ads

Carousel ads adalah iklan media sosial dengan format carousel. Untuk memanfaatkan carousel ads, Anda harus mengakses fitur iklan platform media sosial yang digunakan. Inilah contoh format carousel ads:

  1. Facebook

Facebook carousel ads memungkinkan Anda untuk menampilkan iklan dengan dua hingga sepuluh slide. Facebook  carousel ads sepuluh kali lebih efektif dari iklan Facebook biasa yang hanya berisi satu gambar.

Keunggulan carousel ads Facebook adalah kemampuan untuk memberi headline dan deskripsi singkat di bawah setiap slide gambar. Jadi, Anda bisa semakin kreatif dengan iklan di Facebook seperti, membangun brand Anda dengan storytelling dan social proof.

Untuk membuat Facebook carousel ads, Anda membutuhkan gambar berjenis file JPG atau PNG dengan aspect ratio 1:1. Oh ya, ukuran file gambarnya tidak boleh lebih dari 30MB. Karena itu, pastikan Anda telah mengkompres gambar yang ingin dimasukkan ke Facebook carousel ads.

  1. Instagram

Instagram carousel ads memiliki tampilan yang sama dengan carousel post dengan dua hingga sepuluh gambar dan video. Tak heran, keduanya jadi sulit dibedakan.

Ciri Instagram carousel ads adalah adanya teks “Sponsored” di bawah username akun dan call-to-action (CTA) di bawah gambar atau video dan caption yang bisa dipasang di masing-masing slide.

Sumber: https://sproutsocial.com/insights/instagram-ad-sizes/

Menariknya, selain ditampilkan di antara postingan, Instagram carousel ads juga bisa ditampilkan di Instagram Story. Orientasi medianya tentu mengikuti Instagram Story, yaitu gambar atau video vertikal dengan aspect ratio 16:9.

Nah, bagaimana dengan durasinya?

Gambar di carousel ads Instagram Story berdurasi lima detik, sedangkan videonya 15 detik. Namun, Anda juga bisa menggunakan video berdurasi hingga 120 detik. Video tersebut akan diputar selama 15 detik, dan setelah itu akan muncul tombol yang mengajak audiens menonton keseluruhan video.

  1. LinkedIn

LinkedIn juga memungkinkan Anda menggunakan format carousel dalam bentuk sponsored post atau iklan. Namun, isinya adalah dua hingga sepuluh slide gambar, bukan dokumen.

Yang unik dari carousel ads LinkedIn adalah adanya CTA yang bisa untuk mengajak audiens mengisi formulir tertentu, Lead Gen Form.

Sesuai namanya, Lead Gen Form bertujuan untuk membantu Anda mengumpulkan leads dari carousel ads LinkedIn. Perintah CTA-nya pun bisa sesuai keinginan Anda, seperti download ebook, mendaftarkan alamat email, dan lainnya.

  1. Twitter

Twitter terbilang baru dalam menyediakan carousel ads. Namun, platform microblogging ini mampu meningkatkan click-through rate (CTR) sebesar 15% di desktop, dan 24% di aplikasi mobile.

Tampilan carousel ads Twitter sedikit berbeda dari ketiga platform di atas, yaitu  bisa diisi hingga enam slide gambar atau video dan orientasi slide-nya horizontal dengan aspect ratio 1,91:1 atau 16:9.

Selain itu, carousel ads Twitter hanya bisa menggunakan satu caption dan CTA untuk satu iklan.

daftar belajar jualan online di 101red
daftar belajar jualan online di 101red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here