3 Cara Mempertahankan Bisnis

396

Bisnis modal kecil – Bagi sebagian besar manusia di bumi ini, memilih membuka dan mendirikan sebuah usaha daripada bekerja di perusahaan orang lain. Mengapa demikian? Sebab ego manusia yang mengarahkan mereka untuk membuat sistem, atau aturan sendiri pada hidupnya.

Tidak ada yang salah, mau bekerja di perusahaan orang lain atau membuka usaha sendiri untuk orang lain. Semua pilihan diputuskan oleh diri sendiri, namun harus bertanggung jawab juga pada keputusan yang telah diambil. Salah satu sikap bertanggung jawab, pada keputusan sendiri adalah menerima seluruh risiko yang terjadi.

Tidak ada keputusan yang diambil tanpa risiko. Manusia hanya bisa memilih dan mempertimbangkan, keputusan mana yang minim risiko. Jika kamu memilih membuka usaha daripada bekerja, risiko yang akan dihadapi adalah merintis dan merasakan proses pahit, memulai sebuah usaha. Begitu juga dengan bekerja, kamu yang memilih keputusan ini, harus siap bekerja dengan sistem orang lain.

Sebuah usaha atau bisnis tidak akan berhasil kalau tidak dikelola dengan baik. Selain merintis usaha, kamu dituntut mempertahankan bahkan memperkenankan usaha yang kamu dirikan, agar tidak krisis hingga terjadi kebangkrutan.

Sembari memikirkan strategi pengembangan dan belajar membesarkan bisnis. Tidak ada salahnya, kamu simak 3 cara mempertahankan bisnis berikut ini!

1. Jangan Salah Pilih Tim

Sebuah usaha atau bisnis tidak bisa dibangun oleh seorang diri. Kamu butuh orang-orang yang bisa bekerjasama. Sumber daya manusia inilah yang kamu kumpulkan dan menjadi tim kerja kamu. Mencari dan memutuskan rekan kerja, tentu tidak mudah bagi kamu seorang pemilik usaha.

Memilih tim butuh kemampuan memmbaca karakter dan semangat seseorang. Mengapa penting memilih tim yang sesuai? Sebab, kamu akan kualahan jika tim yang dipilih tidak satu tujuan dengan yang kamu inginkan. Memang mudah saja, jika tim tersebut tidak mengikuti sistem, maka hak kamu sebagai pemilik untuk mengeluarkan mereka atau memecatnya.

Sederhana solusinya, namun dengan pemecatan ini, kamu hanya membuang-buang waktu saja. Seharunya waktu yang terbuang untuk pemecatan, bisa kamu gunakan sebagai waktu yang tepat melatih tim atau karyawanmu. Maka, sebelum menerima mereka, lihat dan amatilah perilaku, cara bicara hingga media sosialnya. Pilih tim atau rekan kerja yang sesuai dengan visi misi perusahaan, mampu bekerja tim dan sebagainya.

2. Pahami Kemauan Konsumen

Pembeli adalah raja. Begitu istimewa konsumen bagi seorang pengusaha. Mengapa? Ya, konsumen lah orang-orang yang paling menentukan, suatu usaha akan berkembang maju atau bangkrut. Sehingga setiap keluh kesah dari konsumen, tidak boleh dianggap remeh. Kamu harus paham, apa sih kemauan konsumen kamu?

Berbicara konsumen, itu berarti membahas manusia, makhluk sosial yang beragam karakternya. Tentu ada konsumen yang baik, ramah, jujur dan sebaliknya. Apapun suka, agama dan karakternya, kamu tidak boleh melakukan diskriminatif. Perlakuan seluruh konsumen yang mendatangi tokohmu dengan ramah, santun dan baik.

Kualitas barang adalah kunci nomor dua untuk mencapai kesuksesan, bagi pebisnis pemula. Lalu kunci utamanya apa? Pelayanan yang baik dan ramah tamah. Ya, pelayanan itu berhubungan dengan psikologi. Jika seorang konsumen sejak awal masuk ke tokoh kamu, tidak dilayani dengan ramah dan baik. Jangankan untuk membeli, melihat tokohmu saja mereka tidak mau lagi.

3. Jangan Mudah Menyerah

Bisnis ini seperti kehidupan, kadang senang dan kadang sedih. Di saat usaha atau bisnis kamu sedang di atas, maka bersyukurlah dan beroda. Jangan lupa pada roda yang terus berputar.

Jika bisnis kamu saat ini sedang krisis, butuh bantuan bahkan hampir bangkrut. Jangan menyerah, masih ada jalan yang bisa kamu tempuh untuk mengubahnya kembali seperti dulu kala. Terus lakukan inovasi, pahami konsumen dan buat strategi promosi yang out of the box agar usahamu bisa kembali naik. Jika kehabisan modal, carilah kerabat atau relasi yang dapat menolongmu.

Baca juga : 4 Tips Membuat Konten Top Post di Instagram

Selalu ada cara untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha. Kamu hanya dituntut lebih peka pada orang-orang sekitar. Krisis suatu bisnis, bukan kemauan pebisnis tapi itu lah yang terjadi jika lalai pada bisnis sendiri.

daftar belajar jualan online di 101red
daftar belajar jualan online di 101red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here